Perkembangan Bisnis Internasional

Selamat pagi, selamat beraktivitas RAN people.

Baik, berbicara tentang bisnis yang biasa orang-orang identikan dengan perdagangan tidak luput dari hantaman badai krisis finansial. Salah satu krisis finansial yang terbaru adalah 3 tahun yang lalu saat tahun 2013. Respon pertama Indonesia terhadap masalah ini adalah dengan menaikkan seuku bung domestik untuk mengendalikan naiknya inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh 11.000 rupiah. Langkah lain yang juga ditempuh adalah memperketat kebijakan fiskal.

Namun, dibalik terjadinya krisis ekonomi yang mengakibatkan nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika, industri yang berorientasi ekspor seperti mendapatkan “durian runtuh”. Mereka berhasil menjual barang-barang dengan mendapatkan selisih penjualan berupa dollar yang apabila dirupiahkan nilainya dapat berlipat-lipat.

Salah satu sektor usaha yang terbukti mampu bertahan pada saat krisis ekonomi adalah sektor usaha kecil menengah (UKM). Usaha yang menjadi penunjang kegiatan ekonomi masyarakat dalam menggerakkan sektor riil ini merupakan realita dalam kegiatan ekonomi untuk menunjang terciptanya ekonomi nasional yang tangguh. Dengan keadaan seperti ini Indonesia harus siap menghadapi globalisasi yang sudah memasuki segala aspek kehidupan termasuk perdagangan. Arus perdagangan internasional semakin meningkat dan tidak dapat dibatasi lagi. Agar bisa selamat kalangan UKM harus menguasai pengetahuan tentang ekspor dan hal-hal terkait dengan perdagangan internasional.

To be continued . . . . .

Source picture: http://www.isdc.edu.in/courses/business-management/pg-diploma-in-international-business-management/